Jumat, 04 Maret 2022

Penetrasi Testing ----WHITE HAT----

Apa itu Penetration Testing ???
      
 Penetration testing (Pentest) adalah pengujian terhadap kehandalan suatu sistem dan mendokumentasikan tingkat keamanan aplikasi, sistem komputer atau jaringan. Dari hasil pengujian apabila ditemukan kelemahan suatu sistem maka dengan segera dilakukan patch/penambalan sehingga keamanan sistem akan menjadi lebih kuat. Pentest dilakukan sesuai konteks hukum yang legal

     Untuk target penetration testing meliputi:
1.Layanan yang menggunakan internet (website, VPN endpoint, infrastruktur e-mail, extranet, dll); 2.Sistem internal atau servis yang ada di jaringan (Active Directory, Exchange, dll); 
3.Aplikasi tertentu (dibeli atau dikembangkan sendiri); 
4.Jaringan internal. 

Mengapa perlu melakukan pentest

     Tujuan utama dari pentest adalah untuk mengidentifikasi adanya kelemahan/celah keamanan dalam aplikasi, komputer, atau jaringan. Jika kelemahan dapat diidentifikasi dan dapat dibuktikan beserta dengan analisis resikonya, maka kita akan memiliki waktu untuk memperbaikinya sebelum seseorang yang tidak berkepentingan mengambil keuntungan dari kelemahan atau celah tersebut. 

Pentest ada 2 metode yaitu: 
1.Blackbox Testing 
   Melakukan penetrasi tanpa mengetahui apapun mengenai sistem yang di gunakan selain domain  aplikasi; 
2.Whitebox Testing 
   Melakukan penetrasi dengan mengetahui informasi mengenai sistem dan logic yang di gunakan, dimana kita akan mempelajari logic dari pemrograman aplikasi (code review) kemudian melakukan eksplorasi sehingga ditemukannya vulnerable/kelemahan supaya diperbaiki menjadi lebih baik. 

Kita membagi lagi ruang lingkup audit pentest sesuai tingkatan yang di butuhkan : 

Level 1: General Vulnerability Scanning 
     Pada level ini kita mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, mengidentifikasi semua kelemahan yang mungkin didapat dan mem-verifikasi kelemahan/vulnerability tersebut. Pada tingkatan ini kita akan memberikan informasi kelemahan-kelemahan penting yang ditemukan selama proses assesment namun tidak sampai pada tahap penetrasi. Tingkatan ini cocok untuk tindakan yang memiliki kebutuhan hanya untuk melakukan cek keamanan secara global dan berulang/rutin. 

Audit level 1 memiliki tahapan kerja sebagai berikut : 
1.Footprinting, mencari informasi sebanyak mungkin tentang target; 
2.Port scanning
3.Identifikasi dan enumeration service
4.Vulnerability scanning.
Laporan komprehensif mengenai detail yang diperoleh dari tahapan-tahapan tersebut 

Level 2: Penetration Testing 
     Audit ini mencakup semua tahapan di level 1 ditambah beberapa proses kerja lagi. Dari hasil yang diperoleh dari audit level 1, kita akan melakukan penetrasi untuk membuktikan bahwa kelemahan tersebut valid dan kita lakukan pembuktian PoC (Proof of Concept). Keuntungan dari audit level 2 adalah kita akan mendapatkan informasi keamanan yang lebih rinci dan nyata. 
Audit level 2 memiliki tahapan kerja sebagai berikut : 
1.Footprinting, mencari informasi sebanyak mungkin tentang target; 
2.Port scanning
3.Identifikasi dan enumeration service
4.Vulnerability scanning
5.Penetration Testing
6.Vulnerability exploitation
7.CVSS Scoring (kalkulasi tingkat resiko yang dihasilkan dari kelemahan yang didapat). Laporan komprehensif mengenai detail yang diperoleh dari tahapan-tahapan tersebut. 

Level 3: Full Penetration Testing 
     Audit ini mencakup semua tahapan di level 2 ditambah beberapa proses kerja lagi pada bagian penetration testing. Dari hasil yang diperoleh dari audit level 2, akan dilakukan proses eksploitasi lebih lanjut. Keuntungan dari audit level 3 adalah audit ini dapat membantu memvalidasi security policy target. 
Audit level 3 memiliki tahapan kerja sebagai berikut : 
1.Footprinting, mencari informasi sebanyak mungkin tentang target; 
2.Port scanning
3.Identifikasi dan enumeration service
4.Vulnerability scanning
5.Penetration Testing
6.Vulnerability exploitation
7.Password Brute Forcing
8.Password cracking
9.Privilege escalation
10.Gaining Root Access
11.CVSS Scoring.
Laporan komprehensif mengenai detail yang diperoleh dari tahapan-tahapan tersebut.
Catatan: di sini kita dapat melakukan sesuai kebutuhan sebatas yang diperlukan saja. 

Penetration Testing Vectors 
     Varian vektor keamanan yang akan diuji pada saat penetrasi adalah : 
1.Bussiness logic
2.SQL injection
3.XSS / Cross Site Scripting
4.File Inclusion
5.File upload
6.Directory Traversal
7.Access database found
8.Access Admin Page found
9.Server exploit
10.Application Error Message
11.File Manager Script Exploit;
12.Code Execution
13.Clickjacking
14.CSRF Information Disclosure
15.File Tampering
16.Weak Password ;
17.Host Header Attack
18.Git Repository Found
19.LDAP Injection
20.PHPinfo Page Found
21.Backup Data Found

Demikian informasi singkat yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Salam Sehat Selalu :)

Penetrasi Testing ----WHITE HAT----

Apa itu Penetration Testing ???         Penetration testing ( Pentest ) adalah pengujian terhadap kehandalan suatu sistem dan mendokumentas...